Menggunakan Tilda, Quake-style terminal emulator, di Debian GNU/Linux

Bagi pengguna Linux maupun OS lain yang sering bermain-main dengan text-based pastilah sudah begitu akrab dengan yang namanya terminal emulator.

Ada banyak sekali terminal emulator yang bisa kita gunakan. Di repository Debian sendiri terdapat banyak, kita bisa mencarinya sendiri. Ini beberapa yang ada

$apt-cache search terminal-emulator

  • kterm – Multi-lingual terminal emulator for X
  • powershell – powerful terminal emulator for GNOME
  • rxvt-beta – VT102 terminal emulator for the X Window System
  • rxvt-ml – multi-lingual VT102 terminal emulator for the X Window System
  • rxvt – VT102 terminal emulator for the X Window System
  • xvt – X terminal-emulator similar to xterm, but smaller
  • aterm-ml – Afterstep XVT – a VT102 emulator for the X window system
  • aterm – Afterstep XVT – a VT102 emulator for the X window system
  • eterm – Enlightened Terminal Emulator
  • evilvte – lightweight terminal emulator based on VTE
  • gmrun – Featureful CLI-like GTK+ application launcher
  • gnome-terminal – The GNOME terminal emulator application
  • guake – A drop-down terminal for GNOME Desktop Environment
  • konsole – X terminal emulator
  • lxterminal – desktop independent vte-based terminal emulator
  • mlterm-tiny – MultiLingual TERMinal, tiny version
  • mlterm – MultiLingual TERMinal
  • mrxvt-cjk – lightweight multi-tabbed X terminal emulator – CJK version
  • mrxvt-mini – lightweight multi-tabbed X terminal emulator – minimalistic version
  • mrxvt – lightweight multi-tabbed X terminal emulator – complete version
  • pterm – PuTTY terminal emulator
  • roxterm – Multi-tabbed GTK/VTE terminal emulator
  • rxvt-unicode-lite – RXVT-like terminal emulator with basic Unicode support
  • rxvt-unicode-ml – multi-lingual terminal emulator with Unicode support for X11
  • rxvt-unicode – RXVT-like terminal emulator with Unicode support
  • sakura – simple but powerful libvte-based terminal emulator
  • terminal.app – Terminal Emulator for GNUstep
  • terminator – multiple GNOME terminals in one window
  • tilda – terminal emulator with first person shooter console likeness
  • tn5250 – 5250 telnet emulator for accessing an IBM iSeries (AS/400)
  • vala-terminal – Terminal emulator for mobile devices
  • wterm-ml – lightweight multilingual terminal emulator for X
  • wterm – lightweight terminal emulator for X
  • xfce4-terminal – Xfce terminal emulator
  • xterm – X terminal emulator

Bagi yang menggunakan desktop GNOME, misal Ubuntu, saat menginstall biasanya secara default sudah terpasang gnome-terminal, sedang bagi pengguna KDE, biasanya sudah terpasang konsole sebagai terminal emulator-nya.Di desktop yang menggunakan LXDE biasanya memasang lxterminal, sedang xfce4-terminal umumnya dipakai di dekstop XFCE.

Lalu pertanyaannya, kenapa judulnya membahas tilda ?? 🙂 jangan “under estimate” dulu 🙂 🙂

Membuka terminal, macam gnome-terminal, lewat Application –> Accessories –> Terminal menurut hemat saya membutuhkan waktu untuk klak-klik mouse (ah..dasar ni yang nulis pemalas kayaknya 🙂 ), maupun lewat shortcut icon di panel memang bisa mempercepat akses ke gnome-terminal..dan saat gnome-terminal terbuka kita bisa bekerja di dalamnya, dan saat kita menutup terminal kita, berakhir jugalah medan kerja kita, dan bagi yang sering keluar masuk terminal jadi repotkan ?? 🙂

Bayangkan jika kita punya terminal-emulator yang jalan secara “tersembunyi” dan untuk memunculkannya cukup menekan suatu tombol tertentu dan muncullah terminal kerja kita dan kita bisa bekerja di dalamnya, dan untuk “menyembunyikannya” juga cukup dengan satu tombol tertentu..Nah itulah gunanya “drop down” terminal atau ada yang menyebutnya quake-style terminal.

Beberapa quake-style terminal yang saya catat (jadi kalau catatan saya kurang, mohon ditambahkan ya 🙂 ) dan berdiam di repository

  • Guake – yang ini merupakan drop-down terminal untuk desktop GNOME, jadi buat para pengguna gnome, sebaiknya memasang guake ini.
  • Yakuake – yang ini umumnya diperuntukkan buat desktop KDE.
  • Tilda – yang ini lebih desktop independent

Installasi Tilda

Saya menggunakan tilda karena beberapa alasan subjektif :), yang pertama karena lebih desktop independent, lebih simpel, dan lebih kecil. langsung saja mari kita install

$sudo apt-get install tilda

atau kalau pengin mendownload yang format deb bisa menuju ke alamat ini, misal mengambil dari mirror jepang di http://ftp.jp.debian.org/debian/pool/main/t/tilda/tilda_0.09.6-1_i386.deb. Jika pengin source code terbaru dan mengcompile-nya sendiri bisa mengunduh ke http://sourceforge.net/projects/tilda/.

Menjalankan Tilda

Untuk menjalankan tilda, bisa lewat Applications –> Accessories –> Tilda, jika tidak muncul terminal tilda, berarti tilda defaultnya start secara “hidden”, Gunakan F12/F3 untuk memunculkannya (tergantung settingan keybindingnya). Default keybinding tilda kalau tidak keliru menggunakan F12.

Untuk mengkonfiguras tilda, klik kanan di terminal tilda dan pilih Preferences. Semua settingan ada di sana, tinggal bagaimana kita menggunakannya.

Beberapa setingan yang umum dipakai

  • Start Tilda Hidden menyebabkan tilda mulai berjalan dengan mode hidden alias tersembunyi
  • Always on top menyebabkan tilda selalu berada di atas window lain, yang tentu saja memudahkan bagi yang senang bekerja di terminal dalam lingkungan desktop
  • Position of Tabs meletakkan dimana terminal tilda mulai muncul, bisa di top, left, right maupun bottom
  • Appearance mengatur tampilan tilda mulai dari lebar dan tingginya, posisi tilda, transparansi latar belakang, dan gambar sebagai latar belakang terminal
  • Kita juga bisa menempatkan scrollbar di tilda, konfignya di tab Scrolling
  • dan tentu saja keybinding untuk mengatur tombol buat memunculkan tilda dan menghiddenkannya 🙂

Menjalankan Tilda agar selalu jalan saat boot

Agar tidak selalu klak-klik mouse untuk pertama kali menjalankan tilda, sebaiknya di buat agar tilda selalu jalan saat pertama kali boot ke desktop, sehingga secara otomatis tilda jalan di “belakang” dan dengan mudah, menggunakan tombol keybinding di atas (di tempat saya F12) memunculkan terminal menjadi sangat simpel dan mudah…. 🙂

Agar otomatis jalan saat startup sistem, cara paling mudah bisa melalui System –> Preferences –> Startup Applications

Kemudian tambahkan dengan mengklik Add. di kolom name isikan nama aplikasi, misal tilda, kemudian di kolom command isikan path ke tildanya yakni /usr/bin/tilda, dan di bagian Comment berikan keterangan secukupnya, dan klik Add untuk menambahkan permanen dan tilda telah siap digunakan, mempermudah satu langkah bekerja dengan terminal.. 🙂 🙂

 

Advertisements
Comments
One Response to “Menggunakan Tilda, Quake-style terminal emulator, di Debian GNU/Linux”
  1. Hoover C2401 cleaner contains somewhat dome-like lid as well
    as a locking hose that allows you to examine the waste that the vacuum assembles in the clean up process.

    Think about the items that are going to be cleaned and read reviews
    of different products to determine which is best for you.

    A sternum clip also assists in giving you more support.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: