Membuat cache repository lokal di Ubuntu/Debian dengan next generation apt-cacher

Ini pengalaman membuat cache server untuk APT dengan menggunakan “next-generation” apt-cacher ๐Ÿ™‚

Dari keterangannya, apt-cacher-ng adalah

Apt-Cacher NG is a caching proxy for downloading packages from Debian-style software repositories (or possibly from other types). The main principle is that a central machine hosts the proxy for a local network, and clients configure their APT setup to download through it. Apt-Cacher NG keeps a copy of all useful data that passes through it, and when a similar request is made, the cached copy of the data is delivered without being re-downloaded.
Apt-Cacher NG has been designed from scratch as a replacement for apt-cacher, but with a focus on maximizing throughput with low system resource requirements. It can also be used as replacement for apt-proxy and approx with no need to modify clients’ sources.list files.Homepage: http://www.unix-ag.uni-kl.de/~bloch/acng/

Dari penjelasannya, apt-cacher-ng merupakan server “proxy” yang mencache paket-paket dari repository yang berbasis debian. Manfaatnya adalah jika kita berada dalam suatu jaringan lokal (LAN), maka komputer yang ada dalam jaringan tersebut dapat memanfaatkan server cache ini untuk mengupdate paket, menginstall paket, mengupgrade dan lain-lain tanpa harus langsung menggunakan repository lain. Jadi paket-paket di ambil dari server lokal, yang tentu saja menghemat bandwidth, bagi kita yang masih fakir bandwidth :). Tugas mendownload paket dilaksanakan oleh komputer server yang berfungsi sebagai apt-cacher-ng, dan mencache paket untuk keperluannya sendiri maupun untuk jaringan. Langkahnya cukup simpel

Install paket apt-cacher-ng di pc yang mau difungsikan sebagai server cache apt

#apt-get install apt-cacher-ng

Paket apt-cacher-ng ini datang dengan dokumentasi yang lengkap, yang bisa di lihat di /usr/share/doc/apt-cacher-ng/html/index.html, semua sudah ada, dari mulai konfigurasi server, client, maintenance, import, troubleshooting dan lain-lain, silahkan dibaca sendiri ๐Ÿ™‚ Konfigurasi apt-cacher-ng ini ada di /etc/apt-cacher-ng/acng.conf, secara default sudah “berfungsi” dengan baik. Setelah instalasi, cek apakah server apt-cacher-ng sudah berjalan,

$ ps uxa | grep apt-cacher
115        854  0.4  0.4  76608  2028 ?        Ssl  06:01   0:10 /usr/sbin/apt-cacher-ng -c /etc/apt-cacher-ng pidfile=/var/run/apt-cacher-ng/pid SocketPath=/var/run/apt-cacher-ng/socket foreground=0
najwa     5602  0.0  0.1   3464   964 pts/0    S+   06:38   0:00 grep --color=auto apt-cacher

terlihat bahwa proses sudah jalan, kalau belum, bisa dijalankan

$sudo /etc/init.d/apt-cacher-ng start

Dan server sudah siap digunakan.. .. gampang kan ๐Ÿ™‚ Setelah siap, client harus dikonfigurasi agar menggunakan server cache ini, dengan cara merubah konfigurasi APT.. Dari dokumentasinya sudah jelas, ada dua cara yang “diajarkan” yakni

1. Di pc client, tambahkan entri berikut

Acquire::http { Proxy "http://address-cache-server:3142"; };

ke dalam file ย /etc/apt/apt.conf.d/02proxy (kalau file ini belum ada, bisa dibuat sendiri).

$sudo nano ย /etc/apt/apt.conf.d/02proxy

dan isikan config di atas :)

2. Cara kedua yang digunakan adalah mengganti entry hostname mirror di /etc/apt/sources.list secara langsung yang misalkan dari

deb http://bos.fkip.uns.ac.id/ubuntu/ natty main restricted multiverse universe

dirubah menjadi :

deb http://alamat-server-cache-apt:3142/bos.fkip.uns.ac.id/ubuntu/ natty main universe restricted multiverse

Dengan alamat-server-cache-apt adalah ip address ataupun "resolvable names" dari server cache apt, dan 3142 adalah port yang digunakan apt-cacher-ng. Kemudian di pc client, run

$sudo apt-get update

dan coba test dengan menginstall paket, bisa dicek di cache servernya :

$ls -al /var/cache/apt-cacher-ng
total 20
drwxr-sr-x  5 apt-cacher-ng apt-cacher-ng 4096 2011-08-16 06:32 .
drwxr-xr-x 19 root          root          4096 2011-08-15 16:21 ..
drwxr-sr-x  4 apt-cacher-ng apt-cacher-ng 4096 2011-08-15 18:46 archive.canonical.com
drwxr-sr-x  3 apt-cacher-ng apt-cacher-ng 4096 2011-08-15 15:01 bos.fkip.uns.ac.id
-rw-r--r--  1 apt-cacher-ng apt-cacher-ng    0 2011-08-16 06:33 _expending_dat
drwxr-sr-x  3 apt-cacher-ng apt-cacher-ng 4096 2011-08-15 15:01 repo.ugm.ac.id

seperti yang terlihat bahwa direktory yang ada merupakan representasi dari repository yang digunakan, dan di dalam direktory tersebut, menyerupai struktur repository debian (dan sejenisnya). Apt-cacher-ng ini bisa dimaintenance, lewat interface web, dengan membuka http://localhost:3142 di web browser anda, ini tampilan awalnya

dan untuk report dan maintenance silahkan di klik link yang ada (Statistics report and configuration page) di halaman tersebut

Semoga bermanfaat ๐Ÿ™‚

Advertisements
Comments
7 Responses to “Membuat cache repository lokal di Ubuntu/Debian dengan next generation apt-cacher”
  1. Ahli kelas berat, ternyata Anda ini. Salut, Mas. Saya mangkel lihat ini. Belum sejauh ini, saya.

    Nanti saya ikut belajar, deh! Oiya, Mas. Apa tidak sebaiknya ditulis ‘dicek’ daripada ‘di cek’ agar pembaca tidak bingung membedakan tulisan Anda apakah itu kata keterangan atau kata kerja? Saya merasa kurang nyaman saja ๐Ÿ˜€ Salam hangat dan jabat erat,

    Ade Malsasa Akbar
    Belajar Linux Ubuntu | http://teknoplasma.com
    Pribadi | http://malsasa.co.cc

    • blackshirt says:

      Ahli kelas berat, ternyata Anda ini.

      wah, bobot saya masih di sekitaran 60 kg-an, jadi saya rasa belum masuk kategori kelas berat bro ๐Ÿ™‚ .. masih kelasa bulu kayaknya ….

      Saya mangkel lihat ini.

      Maaf mas, bukan maksud hati membuat mangkel situ..mohon beribu-ribu maaf ….

      Apa tidak sebaiknya ditulis โ€˜dicekโ€™ daripada โ€˜di cekโ€™ agar pembaca tidak bingung membedakan tulisan Anda apakah itu kata keterangan atau kata kerja? Saya merasa kurang nyaman saja

      Terima kasih koreksinya, minta maaf juga, tata bahasa Indonesia ane jelek banget, maklum dulu pas pelajaran BI sering bolos wkwkwk…

      Salam hangat dan jabat erat,

      Salam kenal juga dan salam hangat juga (kalo perlu salam panas hehehe)
      btw, blog-nya bagus bro… sukses,

  2. cit says:

    file yg sudah termiror tersimpan dimana ya?buat jaga2 mau di backup

  3. Agus Salim says:

    Asik bang blackshirt, ๐Ÿ™‚

  4. Agus Salim says:

    Tak tambahi satu lagi deh, ๐Ÿ™‚

  5. Hi there! Would you mind if I share your blog with my twitter group?
    There’s a lot of people that I think would really appreciate your content. Please let me know. Cheers

  6. Lenore says:

    You ought to take part in a contest for one of the finest blogs on the internet.
    I’m going to highly recommend this site!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: